Lalu?

Lalu, ketika Kuguncangkan dunia dan seisinya

Tangan siapa yang akan engkau jadikan genggaman?

Lalu, bila Kutumpahkan air di laut dan seisinya

Apa engkau memiliki kekuatan untuk bertahan?

 

Bukankah sudah Kutunjukkan pada orang-orang terdahulu?

Bukankah telah nyata bagimuĀ kehancuran mereka bersama puing-puing bangunan yang dibanggakan?

Tak cukupkah mayat itu bergelimpangan?

Bahkan mereka terpendam dalam bumi yang mereka acuhkan?

 

Apakah engkau hanya hidup di dunia?

Apakah engkau hanya butuh pada sesama?

 

Lalu, pada siapa engkau akan mengeluh?

Tidakkah engkau merasa rapuh dan keruh?

 

Lalu, ke mana engkau akan bertaruh?

Teduhkah? Atau… Terikkah tempatmu kelak berlabuh?

 

Lalu?

 

Pesisir Selatan Dewata, 19 Agustus 2018.
- a.k.a -
%d bloggers like this: