Pokemon Go Kini Digunakan Untuk Belajar Sains

SYDNEY,  Pokemon Go sempat mewabah di seluruh dunia pada pertengahan tahun lalu.

Bahkan, gim virtual realitas itu sempat menjadi polemik di sejumlah negara. Termasuk dunia pendidikan yang berupaya untuk menjauhkan permainan tersebut dari para siswa.

Namun, sebuah sekolah di pesisir selatan New South Wales, Australia, justru menggunakan gim tersebut untuk pelajaran sains.

Dilansir dari smh.com.au, para siswa di International Football School Kariong, New South Wales, “menangkap” Pokemon di kebun raya dengan menggunakan aplikasi berbasis augmented reality (realitas yang disempurnakan) itu.

Setelah itu, guru sains yang mendampingi siswa menjelaskan soal tanaman yang ada di kebun raya tersebut.

Sekolah yang fokus pada olahraga itu juga mendorong para siswanya untuk memainkan gim populer lainnya, seperti Clash of the Clans dan Ingrees.

Permainan tersebut dimainkan di kelas untuk membangun keterampilan komunikasi dan kerjasama tim.

“Kami menggunakan apa yang anak-anak suka. Ini untuk menghasilkan output yang bagus. Permainan adalah saluran untuk diskusi tentang hal-hal lain,” kata Kepala Kurikulum International Football School, Dean Groom.

Berdasarkan hasil survei 2018 Digital Australia, sekitar setengah dari jumlah siswa di Australia mengunakan video gim di kelas. Angka itu naik sepertiga dari 2015.

Data tersebut juga menyebutkan sekitar 70 persen orangtua percaya bahwa video gim efektif untuk metode pengajaran dan memotivasi siswa di sekolah.

Sementara, 64 persen percaya gim bisa membantu meningkatkan konsentrasi siswa dan 62 persen yakin bahwa video gim relavan dalam membantu sekolah.

Penulis utama laporan ini, Jeff Brand, mengatakan, meningkatnya penggunaan video gim di sekolah terkait dengan demografi orang Australia yang bermain gim di rumah.

Di Negara Kanguru ini, sekitar 93 persen rumah tangga memiliki perangkat gim dan 67 persen aktif bermain video gim.

Dari jumlah itu, 77 persen berusia lebih dari 18 tahun. Data tersebut juga menunjukkan, usia rata-rata pemain video gim saat ini adalah 34 tahun.

Sementara, dua tahun lalu ada di angka 24 tahun.

Brand mengatakan, sebanyak 87 persen orangtua juga bermain gim. “Itu membuat mereka sadar potensi video gim,” kata Brand.

“Banyak hal yang kita pelajari melalui buku teks yang pada akhirnya bisa kita pelajari lewat video gim,” sambung dia.

Brand melanjutkan, di Australia saat ini, sebagian besar penerbit buku juga memiliki pengembang gim internal.

Guru fisika di St George Christian School Sydney, Michelle Blight menggunakan gim bernama Kerbal Space Progam untuk mengajar.

Gim itu, kata dia, membantu siswa memahami berbagai aspek peluncuran roket.

“Anak-anak tidak menyadari bahwa mereka sedang mempelajari sesuatu saat mereka sedang bermain.”

Blight mengatakan, para guru dan orangtua saat ini sudah menerima penggunaan video gim di kelas.

“Kami sekarang sudah mengerti soal pentingnya penggunaan media ini untuk kegiatan belajar siswa, tapi saya bicara dengan sejumlah orang yang berbeda pendapat,” kata dia.

“Sebagian berpendapat bahwa video gim bisa membekali siswa, bukan hanya soal konten tapi juga bisa meningkatkan keterampilan menggunakan komputer dan aplikasi TI.” (Kompas.com)

%d bloggers like this: