Ahok Hadiri Rapimnas Hanura Di Bali, HOAX atau FAKTA? Ternyata….

Ternyata.id, Rame di sosial media, Foto  hadirnya Ahok mantan gubernur DKI Jakarta di acara Rapimnas Partai Hanura di bali 4 Agustus 2017 minggu lalu.

Pengunggah foto tersebut dengan yakinnya mencoba menggiring opini dengan akhiran status “Katanya di penjara brimob tp kok hadir disini (?)”

photo: facebook.com

Dan tak berapa lama, setelah status tersebut di unggah tgl 5 Agustus, per tanggal 7 Agustus sudah ada yg meng share hingga 11.000 shares.

Wow, hanya dua hari, 11ribu orang melakukan shares, tanpa cek dan ricek berita tersebut benar apa tidak.

 

 

 

 

 

 

Team Ternyata.id mencoba melakukan penelusuran apakah berita tersebut benar atau tidak, dan Ternyata berita tersebut tak lebih adalah HOAX.

Foto dan link berikut menunjukkan bahwa foto yang di upload adalah berita lama, ketika Jokowi menghadiri pengukuhan pengurus DPP Partai Hanura di bogor tanggal 22 februari 2017, yg notabene ahok masih belum masuk penjara.

source: republika.co.id

http://republika.co.id/berita/inpicture/nasional-inpicture/17/02/22/ols7of375-presiden-jokowi-hadiri-pelantikan-pengurus-hanura

Sedangkan photo dan link berikut menunjukan ketika jokowi hadir di Rapimnas Partai Hanura di Bali tanggal 4 Agustus 2017

source: republika.co.id

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/08/04/ou638x330-rapimnas-hanura-bahas-kriteria-calon-pendamping-jokowi

Ada perbedaan mendasar antara kedua foto tersebut, bahwa Jokowi menggunakan baju batik saat pengukuhan pengurus DPP dan menggunakan Jas Hitam saat Rapimnas.

source: republika.co.id

Rupanya status ini di baca serta di komentari oleh salah satu pengurus DPP Hanura, Inas N Zubir, dan berbuntut panjang, bahwa Inas meminta sang peng unggah status, yg juga simpatisan salah satu ormas ini, untuk meminta maaf dalam waktu 3×24 jam, terhitung semenjak comment Inas tanggal 7 Agustus terhadap status tersebut, jika tidak maka Inas mengancam akan melaporkan ke Polda Metro Jaya.

source: facebook.com

Nah netizen, selayaknya kita tidak menjadi bagian penyebaran fitnah atau hoax semacam ini, sudah beberapa kali terjadi, bahwa pelaku hoax dan fitnah berujung laporan ke kepolisi.

Pertanyaannya apakah kita menjadi salah satu dari 11ribu orang yang shares status tersebut ?

Kita tunggu 3×24 Jam apakah sang peng unggah status mau minta maaf ?

Dan sekali lagi, Ternyata.id mengajak Netizen untuk memerangi hoax, atau minimal tidak ikut menyebarkan hoax.

Ternyata untuk menjadi Netizen yg cerdas pun tidak mudah bukan ?

%d bloggers like this: