Arek Jember Dobrak Pasar Internasional

Tak pernah berhenti memacu kreatifitas  dan ulet dalam membuat produk digital, barangkali sudah jadi penganan sehari-hari Ilham Zulkarnaen. Buah kreatifitasnya acapkali eksis dipasar internasional. Cita-citanya tak muluk. Ia, hanya ingin karyanya mempunyai  nilai guna bagi khalayak.

Tahun 2009 silam, Ilham merintis sebuah perusahaan start up yang dinamai Rootpixel. Sebuah perusahaan yang sengaja dibuat sebagai saluran ide kreatifnya. Product creator seperti wordpress template jadi produk andalanya. Tak hanya itu, diwaktu senggangnya, memproduksi karya foto dan film-film pendek juga jadi kesibukanya.

Mulanya Ilham punya ketertarikan pada desain grafis. “Awalnya saya pemain grafis, dan terus tertantang untuk mengembangkan desain grafis,” katanya pada lokalkarya.com saat ditemui dirumahya, di Perumahan Puri Bunga Nirwana, Jember.

Start pada tahun 2009, hingga 2013, Ilham bersama Rootpixel nyaris menghabiskan waktu untuk project foto, film pendek, dan wordpress template. Otak-atik dunia multimedia tersebut nyaris tak jengah-jengah dilakoninya.

Hingga pada jelang penghujung tahun 2013, Ilham mulai fokus pada product creator, wordpress dan plug in. Mulai dari ide awal, memenej tim, hingga tatanan pasar dilakukan dengan benar-benar serius oleh Ilham bersama timnya yang diakui Ilham seringkali berganti-berganti.

Hal ini, yang seringkali jadi kendala dalam project-projectnya. Membangun sebuah kerja yang kompak, cepat, dan sesuai harapan adalah hal terus diperjuangkan. Bahkan sempat beberapa kali projectnya harus mandek dan gagal dilaunching. “Kendalanya ya kerja tim. Bisa kerja kompak,cepat, dan sesuai harapan. Dan dulu saya seringkali kesulitan mencari formasi tim yang pas, sampai pernah gagal launching,” kenang Ilham.

ilham1

Namun dalam sederet kendalanya, senyatanya Ilham bersama Rootpixel kini tetap eksis, justru makin berkembang. Utamanya dipasar internasional, nama Rootpixel bukan lagi nama baru didunia product creator. Tak hanya itu, motivasinya dalam berkarya juga jadi penuntun kesuksesanya. Motivasi ingin memproduksi karya yang mempunyai dilai guna dan mempermudah kerja-kerja orang lain.  “Saya ingin karya saya bermanfaat dan mempermudah kerja-kerja orang lain,” katanya.

Ilham juga menambahkan, bahwa dalam proses berkarya harus enjoy. Menikmati tahap demi tahap yang bergulir. Dan berkarya benar-benar dari hati. Bahkan Ilham punya semboyan. “Ketika berkarya dari hati, hasilnya akan mengikuti,” celetuknya disela-sela wawancara bersama lokalkarya.com.

Sekira dua tahun silam, setidaknya menjelang akhir 2014 Ilham mulai menemukan sesuatu yang menarik dari power point. Sebuah program presentasi yang dikembangkan Microsoft. Menurutnya, ada hal yang bisa dikembangkanya dari power point.

Bersama tim Rootpixel yang kala itu sudah mulai menemukan formasi terbaiknya, Ilham mencoba mewujudkan apa yang dipandangnya menarik dan bisa dikembangkan dari Power Point tersebut. Dan alhasil, projectnya rampung ditahun 2015. Sebuah project yang dinamakan Levidio. Sebuah project yang mempunyai animo besar dari para penggunanya dipasar internasional. Bahkan, dipasar Indonesia sendiri saat dilaunching 2016 lalu juga menunjukan hasil yang memuaskan. “Project power point Rootpixel namanya Levidio, pasar internasional dan Indonesia responya bagus. Saya bersyukur sekali,” ujar Ilham diiringi senyum lepas.

Kini, Ilham bersama Rootpixel tengah menyiapkan project terbarunya. Logo dan maskot. Juga masih didalam project pengembangan power pointnya. Dan project yang akan dilaunching dalam waktu dekat ini juga optimis akan diterima pasar dengan baik. “Rootpixel sedang menyiapkan project terbaru, logo dan maskot. Optimis bisa seperti levidio saat dilaunching nanti,” pungkasnya. (lokalkarya.com)

%d bloggers like this: